Saya telah bergabung di UT Taiwan hampir enam bulan. Sebagai anggota divisi akademik, saya telah belajar banyak hal. Diantaranya adalah memilih tutor yang proper :D, mengatur pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, menerima curhatan mahasiswa (lho.. melenceng :P).
Saya akan sedikit bercerita tentang sistem pembelajaran yang ada di UT Taiwan. Perlu diketahui, mahasiswa UT Taiwan adalah para BMI (buruh Migran Indonesia) yang biasa kita kenal dengan TKI. Spesial kan? Yaa..tentu. Di taiwan, mereka tak hanya bekerja, mereka juga kuliah.
Kapan kerjanya kalo kuliah juga? kapan kuliahnya kalo kerja?
Padahal para BMI ini bekerja seminggu penuh (yang bekerja di sektor non-formal seperti yang bekerja di rumah tangga), mereka kadang tidak diberi jatah libur. Ada yang liburnya sebulan sekali, ada yang sebulan dua kali, dan beruntunglah yang diberi libur setiap minggu seperti BMI yang bekerja di sektor formal (pabrik).
Lalu, dengan padatnya jadwal seperti itu? Gimaaanaa kuliahnya? -____-
Nah, ada yang bilang "Semakin kepepet, semakin adaaa aja cara". Begitulah...
Jadi, di UT Taiwan ini, kuliah para BMI dilakukan secara online atau e-learning.
Apa maksudnya e-learning itu mereka diberi materi yang di-upload di web? Kemudian tugasnya juga di post di web itu? Mereka juga upload tugas di web?
Jawabannya Tidak, tidak sepenuhnya begitu. Platform e-learning yang digunakan oleh UT Taiwan ini beda dengan e-learning yang kita tahu sebelumnya seperti moodle atau yang lain. UT Taiwan menggunakan platform e-learning Wiziq. Di Wiziq, mahasiswa dan tutor bisa bertatap muka melalui jaringan internet. Seru kan? ^_^ Jadi mahasiswa tidak melulu disuapi materi yang di-upload di web, namun tutor juga menyampaikan materi kepada mahasiswa seperti kegiatan belajar mengajar yang terjadi di kelas. Namun ini di virtual kelas. Keren kan? TKI saja begini...bagaimana dengan anda? :D *ngece*
Dengan adanya platform Wiziq ini, para mahasiswa (TKI) bisa kuliah di jam yang mereka bisa (sesuai kesepakatan dengan tutor). Biasanya mereka mengadakan kelas virtual ini di atas jam 9 malam, setelah mereka bebas dari tugas kerja. Dalam 1 semester mereka harus mengikuti 6x kelas virtual, dan 2x kelas non-virtual (benar-benar tatap muka di dalam kelas). Dan dalam 1 semester mereka mempunyai 6 mata kuliah yang harus dipelajari, 3 di antaranya ada kelas (baik virtual maupun non virtual) dan 3 lainnya mereka menerima materi dan mengirim tugas hanya melalui digital library UT Pusat Jakarta (belajar secara mandiri).
Kalo mereka belajar dengan e-learning, berarti mereka punya komputer dong?
Nggak, mereka tidak punya komputer, tapi punya Notebook/Laptop atau Tablet PC. :P
Yap, benar. Hampir semua punya (>90%). *saya saja belum punya tablet PC :( *
Ya, satu hal yang membuat saya salut dengan mahasiswa-mahasiswa UT Taiwan yang notabene TKI tersebut adalah mereka sudah berumur (30an lebih, walaupun ada juga yang lebih muda dari saya), mereka bekerja, tapi mereka masih semangat kuliah. Coba kita bayangkan kalau kita di posisi mereka. *pasti gempor, pegel euy, kerja seminggu full, malem kuliah, belum lagi ngerjakan tugas2nya*
Oleh karena itu, kita yang diberi kesempatan kuliah dengan lebih mudah harus bisa bersyukur dan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini karena banyak orang di luar sana yang menginginkan kesempatan seperti ini. ^_^
Oh ya, pingin tau kegiatan belajar mengajar virtual yang dilakukan di UT Taiwan, check these images and video.
Tatap muda UT Taiwan di kelas virtual.
Semoga wiziq atau semacamnya bisa diterapkan di Indonesia. Jadi kita bisa belajar dengan tutor tanpa batas ruang dan waktu (asal ga repot aja tutornya. hehe) Belajar tidak harus di kelas. Walaupun bisa belajar sendiri, tapi tutor tetap dibutuhkan, setuju nggak? :)
Tapi satu kendala kalau misal di Indonesia mau pakai platform seperti ini adalah jaringan internetnya yang tak semumpuni jaringan internet di Taiwan :( Tapi, seiring berjalannya waktu, jaringan internet akan diperkuat (semoga saja ya) dan kita bisa pakai online learning platform yang seperti wiziq ini.
Read More..













